Oleh: Tim Redaksi
Pernikahan adalah ikatan suci yang dibangun atas dasar cinta, kepercayaan, dan komitmen. Namun, dalam dinamika poligami yang tidak sehat, muncul praktik kelam yang hingga kini masih terjadi di masyarakat: penggunaan guna-guna atau pelet untuk "mengikat" istri muda. Banyak lelaki atau bahkan pihak ketiga yang nekat menggunakan jalur mistis dengan harapan istri muda menjadi penurut, setia buta, atau tidak melawan. Namun, di balik mimpi manis istri muda yang "jinak", tersimpan serangkaian akibat yang menghancurkan—baik bagi sang wanita, suami, istri pertama, maupun generasi penerus. AKIBAT GUNA-GUNA ISTRI MUDA
Artikel ini akan mengupas tuntas akibat dari praktik guna-guna terhadap istri muda berdasarkan perspektif agama, psikologi, medis, dan sosial. Oleh: Tim Redaksi Pernikahan adalah ikatan suci yang
Dalam dunia fantasi dan fiksi, istri muda sering digambarkan sebagai sosok yang manipulatif, dengki, dan tidak sabaran ingin menguasai harta serta posisi istri tua. Karena merasa tidak memiliki kekuatan finansial atau kedudukan, ia kerap menggunakan jalur mistis (guna-guna/ilmu hitam) sebagai "jalan pintas". Dalam dunia fantasi dan fiksi, istri muda sering
Di masyarakat tradisional, tuduhan guna-guna sering memicu konflik horizontal, perpecahan keluarga besar, bahkan kekerasan. Kasus perusakan rumah dukun, pengusiran istri muda, atau perceraian kacau sering terjadi. Dari perspektif hukum positif Indonesia, praktik guna-guna tidak diakui sebagai bukti sah di pengadilan. Namun, keyakinan masyarakat yang kuat bisa mendorong hakim atau mediator adat mengambil keputusan berdasarkan “keadaan memaksa”. Akibatnya, keadilan prosedural terabaikan, digantikan oleh ketakutan kolektif terhadap hal-hal gaib.
Orang yang menggunakan sihir kepada istri mudanya mungkin berhasil secara lahiriah selama beberapa bulan atau tahun. Namun, setelah itu, kehancuran datang secara berlipat: bisnis suami bangkrut, anak-anak sakit-sakitan, dan keluarga selalu dilanda musibah bertubi-tubi. Dalam keyakinan Islam, ini adalah istidraj—azab yang diberikan secara bertahap tanpa disadari.
Dalam khazanah budaya Nusantara, praktik perdukunan dan guna-guna masih menjadi bayang-bayang yang meresahkan, terutama dalam kehidupan rumah tangga. Salah satu narasi yang sering muncul adalah penggunaan guna-guna oleh seorang istri muda untuk merebut atau mempertahankan suami dari istri pertama. Di balik mitos dan cerita rakyat, fenomena ini menyimpan akibat yang nyata dan multidimensi—bukan hanya secara gaib, tetapi lebih jauh pada tatanan psikologis, sosial, dan hukum.