A viral trend on TikTok shows "Grandma-core" fashion. But for the anak kecil taught by a 70-year-old, this is not a trend. The child learns to appreciate batik sarongs, comfortable kain, and wool slippers over synthetic Spider-Man t-shirts. The 70-year-old teaches that lifestyle is comfort and fabric, not logos.
“Awalnya saya khawatir. Anak saya, Rafa (6 tahun), lebih suka menonton Tiktok daripada makan. Saya kerja full-time, jadi saya titipkan Rafa ke ibu saya yang berusia 71 tahun di Bandung. Tiga bulan kemudian, Rafa berubah. Dia bisa membuat telur dadar sendiri (dengan pengawasan), hafal 5 lagu daerah, dan setiap malam minta dibacakan cerita Ramayana. Yang lebih mengejutkan: ibu saya sekarang punya Instagram untuk memamerkan hasil kebunnya—diajari oleh Rafa. Mereka menjadi tim dinamis.” — Dian, 34 tahun, Jakarta.
Cerita Dian menunjukkan bahwa hubungan ini bersifat mutualistis. Ibu 70 tahun mendapatkan energi dan update teknologi dari anak kecil; anak kecil mendapatkan fondasi karakter dan budaya dari sang ibu.
Di era di mana gawai layar sentuh menjadi mainan default dan algoritma TikTok menentukan selera musik anak-anak, sekelompok ibu muda justru menarik rem angin. Mereka membawa tren unik: memperkenalkan gaya hidup era 70-an kepada anak-anak mereka. Bukan sekadar kosmetik retro, ini adalah perlawanan budaya atau sekadar nostalgia yang salah arah? anak kecil di ajari ngentot ibu 70
Oleh: Tim Lifestyle & Entertainment
Di tengah hiruk pikuk hedonisme modern dan deru notifikasi yang tak pernah berhenti, ada sebuah fenomena menarik yang mulai merambah platform media sosial, khususnya Instagram dan TikTok. Kita melihat peningkatan drastis konten yang menampilkan anak-anak kecil—bocah yang seharusnya akrab dengan Roblox atau Cocomelon—kini tampil berbeda. Mereka mengenakan kemeja berkerah lebar, celana cutbray, mendengarkan kaset kuno, hingga terlihat asyik berkebun atau memasak dengan peralatan tradisional.
Ini adalah era baru dalam pola asuh: Anak kecil diajari gaya hidup 70-an oleh ibu mereka. A viral trend on TikTok shows "Grandma-core" fashion
Tren ini bukan sekadar fase vintage yang akan segera berlalu. Ini adalah sebuah gerakan yang disengaja, sebuah kurasi kehidupan yang dilakukan oleh para ibu milenial dan Gen Z yang justru tumbuh di era digital, namun memilih membesarkan anak mereka dengan napas era analog.
While Gen Z parents play K-pop, the 70-year-old plays Chrisye, Koes Plus, or traditional Keroncong. The small child learns rhythm and melody that isn't bass-boosted. Singing along to these old songs becomes a bonding entertainment ritual. The child develops a diverse musical ear.
Entertainment does not require electricity. The 70-year-old mother teaches the child that watching a caterpillar turn into a butterfly is premium programming. Watering plants becomes a game. Picking chilies becomes a treasure hunt. “Awalnya saya khawatir
Tentu tidak semua mulus. Ada tantangan nyata ketika anak kecil di ajari ibu 70 dengan jurang generasi yang lebar.
| Tantangan | Solusi Kreatif | | --- | --- | | Perbedaan bahasa gaul | Ibu 70 belajar 5 kata gaul anak per hari; anak belajar 5 kata bijak dari ibu. Buat "glosarium keluarga." | | Kelambatan fisik ibu | Ubah menjadi keuntungan: ajak anak melakukan aktivitas duduk seperti membuat kolase, merajut, atau bermain kartu. | | Anak bosan dengan hiburan tradisional | Kombinasikan: Ibu mendongeng Cerita Rakyat versi interaktif di mana anak bisa menambahkan robot atau superhero ke dalam cerita (sinkretisme budaya). | | Perbedaan pandangan tentang disiplin | Ibu 70 mungkin cenderung otoritatif (keras namun penuh kasih). Orang tua modern lebih permisif. Kuncinya: kompromi. Gunakan sistem "kakek-nenek privilege" di rumah. |