Hot Soal Uas Bahasa Lampung Smp Kelas 9 May 2026
Jelaskan dengan logika budaya Lampung!
Stimulus: Dua kutipan Segata: Segata A: "Tuyu kayo mak ilmunyo, nihan rugi jadinyo" (Sayang kayo tanpa ilmu, sangat rugi jadinya) Segata B: "Ilmu lom iman, lomugho nyampo, dadi bekjel khik sai pedom" (Ilmu dan iman, kedua menyatu, jadi sinar dan pedoman)
Pertanyaan: Bandingkan amanat kedua segata di atas. Manakah yang lebih menekankan pada aspek religius? Buktikan dengan bukti linguistik dari kedua teks!
Jawaban & Pembahasan HOT: Siswa harus mampu menganalisis diksi. HOT Soal Uas Bahasa Lampung Smp Kelas 9
Stimulus: Kamu ditugaskan mewawancarai seorang Penyimbang Adat (Tokoh Adat) berusia 80 tahun tentang ritual Cakak Pepadun yang sudah jarang dilakukan. Namun, tokoh adat tersebut hanya bisa bahasa Lampung dialek O (Lampung Pesisir) dan memiliki gangguan pendengaran.
Pertanyaan: Buatlah 3 pertanyaan wawancara yang efektif untuk situasi tersebut. Pertanyaan harus jelas, mudah dipahami dengan dialek O, dan tidak terlalu panjang. Sertakan alasanmu memilih pertanyaan itu!
Jawaban & Pembahasan HOT: Soal ini menuntut kreativitas dan problem solving. Jelaskan dengan logika budaya Lampung
Soal 3: Seorang siswa berusia 15 tahun asli Liwa (Lampung Barat - dialek O) berbicara dengan sahabatnya yang asli Melinting (Lampung Timur - dialek A). Siswa A: "Nyaks iyulah dang kenui." Siswa B (dari Melinting) kebingungan. Mengapa terjadi miskomunikasi tersebut?
a) Karena siswa A menggunakan bahasa kasar. b) Karena kata "dang kenui" dalam dialek O berarti "tidak kecil", namun dalam dialek A berarti "sangat besar". c) Karena siswa B tidak suka dengan logat O. d) Karena tidak ada kata "dang" dalam dialek A.
(Kunci & Pembahasan: B. Ini soal analisis dialek. Dalam dialek O (Api): "dang" = tidak, "kenui" = kecil. Dalam dialek A (Nyow): "dang" = sangat, "kenui" = kecil. Jadi terjadi perbedaan makna tingkat intensitas.) Stimulus: Dua kutipan Segata: Segata A: "Tuyu kayo
Soal 4: Dalam surat resmi kepada Kepala Adat (Punay Buwai), seorang pemuda menggunakan kalimat: "Haga lawot ako nengah di kebik nyin." Mengapa kalimat tersebut dianggap tidak sopan dalam tatanan Piil Pesenggiri?
a) Bahasa yang digunakan terlalu modern. b) Tidak menggunakan klitik "-ko" untuk orang tua dan menggunakan kata "ako" sebagai subjek yang seharusnya rendah hati. c) Kata "lawot" berarti berkelahi. d) Surat tidak boleh diawali dengan kata kerja.
(Kunci & Pembahasan: B. Dalam Bahasa Lampung halus, untuk menghormati, orang pertama tidak menggunakan "Ako" (saya) secara gamblang, melainkan merendah, serta menggunakan akhiran sopan. Penggunaan "Ako" kepada Punyimbang adalah pelanggaran etika.)
Mengerjakan soal HOT berbeda dengan soal biasa. Ikuti strategi 3P (Pahami, Pautkan, Pilih):
Starting from the revised 2013 Curriculum (K13) and the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka), the UAS no longer focuses solely on memorization (C1-C2). Students are required to analyze, evaluate, and create (C4-C6). In Bahasa Lampung, this means moving beyond translating words to understanding cultural nuances, dialects (Api/Nyo), and proverbs (Pappas).