Jika The Raid terasa seperti tembakan bertubi-tubi, Merantau adalah tarian yang penuh emosi. Koreografi di film ini tidak secepat The Raid, tetapi lebih fokus pada storytelling melalui gerakan. Setiap pukulan, tangkisan, dan kuncian mencerminkan kegamangan Yuda. Gareth Evans dan Timo Tjahjanto (yang menjadi fight choreographer) berhasil meramu Silat Harimau menjadi gerakan yang sinematik namun tetap mematikan.
Ya, The Raid belum ada saat itu. Namun di Merantau, Anda sudah bisa melihat adegan ikonik Iko Uwais melawan Yayan Ruhian. Dalam film ini, Yayan tidak memerankan Mad Dog, melainkan Eric, tangan kanan bos sindikat. Pertarungan di akhir film di sebuah pabrik tekstil adalah salah satu adegan one-on-one terbaik yang pernah dibuat sinema Indonesia. nonton film merantau lk21
File yang diunggah di Lk21 biasanya hasil rip dari DVD atau BluRay dengan kompresi tinggi. Akibatnya, pada adegan gelap di malam hari (yang cukup banyak di film Merantau), gambar akan terlihat pecah (blocky) dan suara dari benturan silat tidak akan terasa immerse. Film action sebaiknya dinikmati dengan visual dan audio jernih. Jika The Raid terasa seperti tembakan bertubi-tubi, Merantau
"Merantau" mengisahkan Yuda (Iko Uwais), pemuda Minangkabau yang menjalani tradisi merantau: meninggalkan kampung halaman untuk mencari pengalaman dan nafkah. Di Jakarta ia bertemu dengan Astri (Maya Karin) dan harus berhadapan dengan jaringan perdagangan manusia serta sindikat kriminal. Film menggabungkan drama budaya dengan aksi silat pencak silat tradisional yang koreografinya dipengaruhi oleh Iko Uwais dan Yayan Ruhian. Gareth Evans dan Timo Tjahjanto (yang menjadi fight
Merantau adalah film indie berbiaya rendah. Meski sekarang Gareth Evans dan Iko Uwais sukses, menonton film melalui pembajakan seperti Lk21 pada masa lalu telah merugikan rumah produksi (Merantau Films) dalam hal royalti. Jika Anda benar-benar mengapresiasi seni bela diri Indonesia, membeli DVD original (jika masih ada) atau menyewa via platform legal adalah tindakan yang lebih mulia.