Subject: Narrative Overview, Character Analysis, and Availability of Indonesian Subtitles for the 2006 Film. Date: October 26, 2023
The film is renowned for its ability to translate the sense of smell into a visual medium.
Agar Anda lebih menikmati Perfume the story of murderer sub indo full, kenali dulu karakter-karakternya:
| Karakter | Aktor | Peran dalam Cerita | | :--- | :--- | :--- | | Jean-Baptiste Grenouille | Ben Whishaw | Jenius pembunuh tanpa bau badan. | | Antoine Richis | Alan Rickman | Ayah Laura (target terakhir) yang cerdas dan berusaha melindungi putrinya. | | Laura Richis | Rachel Hurd-Wood | Gadis berambut merah dengan aroma paling sempurna. | | Giuseppe Baldini | Dustin Hoffman | Guru parfumeur tua di Paris yang melihat bakat jenius Grenouille. |
Chemistry antara Ben Whishaw (yang saat itu masih pendatang baru) dan Alan Rickman (legenda Harry Potter) adalah salah satu daya tarik utama film ini.
This report addresses the search query "Perfume: The Story of a Murderer Sub Indo Full." The query indicates a user interest in accessing the 2006 period psychological thriller film, directed by Tom Tykwer, with Indonesian language subtitles (Sub Indo). This report provides a synopsis of the film, an analysis of its themes, and a guide on how to access the film legally in Indonesia.
If you already have the movie file (MKV/MP4), download Indonesian subtitles from trusted subtitle sites:
Sebagai penulis yang peduli pada hak cipta dan keamanan digital, saya harus mengingatkan bahwa mencari file "perfume the story of murderer sub indo full" di situs torrent ilegal atau streaming bajakan berisiko tinggi terhadap perangkat Anda (malware, virus) serta merugikan industri kreatif.
Berikut adalah cara legal dan aman untuk menonton film ini dengan subtitle Indonesia:
Jika Anda bersikeras mencari file offline, pastikan Anda memiliki perangkat lunak antivirus yang kuat, dan carilah file dengan ekstensi .mkv yang biasanya menyertakan soft subtitle (subtitle terpisah). Namun, sekali lagi, dukungan terhadap official release adalah pilihan terbaik.
Prolog
Di sebuah kota pelabuhan yang beraroma garam dan rempah, lahirlah seorang anak yang belum pernah dicibir oleh dunia karena dia tak punya bau. Rumah kaca miskin yang menjadi tempat kelahirannya diramaikan oleh ratapan dan desah—bukan karena bayi itu menangis, melainkan karena bau yang mengintimidasi: amis, anyir, manis busuk dari ikan, sampah, dan kain basah. Ibu yang melahirkannya meninggal dalam jam pertama, dan bayi itu dibiarkan di keranjang, terbungkus kain yang sudah berjamur. Orang-orang melewati dan menutup hidung, tak kuasa menanggung aroma. Tapi ada satu hal yang membuatnya berbeda: bayi itu, meski tak punya bau khas sendiri, lahap menyerap dan mencatat setiap aroma sekitar, menyusup ke dalam dahinya seolah-olah otaknya adalah lembaran kertas untuk setiap wangi.
Bab 1 — Indra yang Lahir
Orang-orang menamai anak itu Jean-Baptiste, karena biarawan yang menemukannya di pasar ikan pada pagi yang dingin meyakinkan pemberian nama. Biara tempat ia dibawa bukanlah tempat hangat; para biarawan berkata bahwa ia harus dipelihara agar tidak diusir oleh masyarakat. Jean-Baptiste tumbuh sunyi. Ia tak menyukai sentuhan atau suara, melainkan aroma: asap perapian, kulit sapi, bedak bayi, keringat tukang roti, dan siraman parfum para bangsawan. Ia mampu membedakan nuansa halus: perbedaan antara harum keringat dua orang yang sama-sama bekerja di pabrik garam, atau lapisan kayu manis yang samar dalam semerbak pasar rempah.
Di biara, ia sering menghabiskan waktu di dapur dan ruang pembakaran dupa. Ia belajar mencampurkan rempah untuk membuat teh dan adonan sabun; para biarawan awalnya mengira itu sekadar kebiasaan aneh anak itu. Namun seiring berjalannya waktu, Jean-Baptiste menunjukkan bakat tak terduga: ia bisa membuat ramuan yang menenangkan ayam, menyorongkan wangi yang membuat anjing-anjing di halaman duduk tenang, atau menghilangkan bau busuk dari tunas yang membusuk. Pesan itu sampai pada seorang pedagang parfum yang lewat; ia melihat peluang atau mungkin hanya rasa ingin tahu.
Bab 2 — Sang Pembuat Parfum
Pedagang itu membawa Jean-Baptiste ke tempatnya di distrik parfum kota, sebuah toko penuh botol kaca dengan cairan berwarna. Di sana Jean-Baptiste bertemu dengan beragam aroma: bunga yang diasinkan, minyak sereh, bunga jeruk, serta bahan-bahan langka seperti ambergris yang bersumber dari laut. Ia merasakan euforia—layaknya seorang musisi yang mendengar akord sempurna. Pedagang itu mengajari teknik dasar: distilasi, memeras, menyaring. Jean-Baptiste menyerap semuanya dengan kecepatan yang menakjubkan. Ia bereksperimen sampai larut malam, meneteskan esens bunga dan mencampurnya dengan alkohol, mencatat setiap perubahan aroma dalam kepala seperti menulis skor musik.
Namun, ia merasa sesuatu masih hilang. Ia mampu meniru wangi bunga, tetapi tidak bisa menangkap esensi yang membuat aroma itu hidup—satu komponen yang tak tahan dengan proses kimia biasa: bau manusia. Wajah-wajah manusia di pasar, nafas yang berembus dari pipi yang memerah, aroma kulit bayi—semua itu mengandung nuansa yang tidak tahu bagaimana didapatkannya.
Bab 3 — Obsesinya Menggelora
Jean-Baptiste menjadi terobsesi untuk menciptakan parfum paling sempurna—bukan sekadar wewangian, tetapi esensi yang membuat orang lain meleleh kepadanya, yang memicu kerinduan dan penyerahan total. Ia percaya bahwa jika ia bisa mengekstrak "inti manusia", ia bisa menciptakan aroma yang paling memikat. Pembaca merasakan peralihan—dari ilmuwan menjadi fanatik.
Ia mencoba segala hal: mengambil parfum dari kain, mengekstrak dari rambut, memeras keringat, bahkan menenggelamkan potongan daging di alkohol untuk melihat efeknya. Semua usaha itu gagal. Bahannya terlalu biasa; aroma manusia yang dicari terselubung oleh tekanan, makanan, kebersihan, dan detergent. Satu kemungkinan tersisa: menyimpan bahan dari saat yang paling murni—ketika tubuh belum diberi sampo, ketika seseorang sedang dalam keadaan paling alami: napas terakhir? Jean-Baptiste, dalam kebingungan dan kebutaan moral, mulai mengaitkan kemurnian itu dengan jiwa.
Bab 4 — Jejak Pertama
Kota ini penuh mantel, sayap, topeng sosial. Jean-Baptiste sembunyi-sembunyi mengamati wanita-wanita di pasar yang menurutnya memiliki aroma menawan: seorang penata rambut, seorang penjual kue, seorang penjahit. Ia mengikutinya, mengumpulkan potongan kain, selembar rambut, atau jus tubuh yang lengket — namun itu tidak cukup. Satu malam, ia bertemu seorang gadis muda di ruang samping pasar yang selama ini memikatnya dengan aroma sederhana: wangi sabun bercampur bunga liar. Tanpa bisa menahan obsesi yang telah memenjarakannya, ia membunuh gadis itu untuk mengambil "inti" yang diyakininya akan membuatnya dekat dengan kesempurnaan aromanya.
Pembaca merasakan adegan ini dengan nada gelap namun tidak berlebihan: Jean-Baptiste memandang tubuh tak bernyawa sebagaimana seorang perajin memandang bahan mentah. Ia membedah, mengekstraksi, dan mencampur. Parfum baru muncul—sebuah wangi luar biasa—namun tidak seperti yang ia sangka. Aroma itu membangkitkan kekaguman, daya pikat, dan mengalami pergeseran: ketika ia mencobakan setitik pada diri sendiri, ia merasakan heboh—bukan hanya diri sendiri tetapi juga orang-orang di sekitarnya yang tanpa sadar tunduk.
Bab 5 — Kekuatan Aroma
Setika aroma baru tersebar, dampaknya tak terelakkan. Di pasar, di jalan-jalan, orang-orang berhenti; lelaki dan perempuan, tua dan muda, semua tercengang olehnya. Aroma itu mengingatkan pada cinta pertama, rasa aman, dan naluri primitif—ia memproduksi kepatuhan. Jean-Baptiste memanfaatkan itu: satu semprotan, satu pembelian. Parfum menjadi legenda. Ia hidup dalam bayang-bayang ketenaran yang ia ciptakan sendiri, dipuja oleh kaum elit yang tak tahu asal muasalnya.
Namun, ada efek samping mengerikan: aroma itu menelanjangi dunia moral. Mereka yang mencintai parfum itu akan melakukan apa saja demi lebih banyak lagi: memanjakan pembuatnya, menutupi kejahatannya, memberikan akses ke kamar orang lain. Kota berubah. Seorang hakim yang dulu jujur rela menyerahkan keputusan demi setetes parfum; seorang sahabat menyingkir demi satu botol. Parfum membentuk hierarki baru. perfume the story of murderer sub indo full
Bab 6 — Penangkapan dan Pengadilan
Kebohongan tak bisa bertahan lama. Ada satu orang—seorang wanita yang kehilangan adiknya, yang bau terakhirnya terasa pada parfum—yang mencium petunjuk. Ia menyelidiki dan perlahan menghubungkan kematian-kematian misterius dengan munculnya parfum legendaris. Ketika bukti terkumpul, Jean-Baptiste ditangkap. Pengadilan menjadi tontonan. Massa yang dulu mengaguminya kini menuntut hukuman. Tapi aroma ciptaannya yang tersisa di udara tetap menyusup ke hidung orang banyak; di pengadilan, beberapa saksi bersikap ambigu—mereka tergoda untuk membela penciptanya, sementara yang lain menjerit.
Jean-Baptiste berdiri di hadapan hukum namun tetap menatap dunia dengan ketenangan—baginya, penciptaan sejati tak terkait dengan moralitas. Ia merasa dirinya telah mencapai puncak estetika. Pengadilan menjatuhkan hukuman berat, namun sebelum hukuman dijalankan, Jean-Baptiste berhasil lolos dari penjara dengan cara yang tak terduga: ia menggunakan aroma untuk memengaruhi penjaga, atau ada kekacauan yang ia ciptakan. Ia kabur ke pedesaan.
Bab 7 — Kehancuran Final
Di desa terpencil, Jean-Baptiste bereksperimen lebih jauh, menyempurnakan aroma. Namun ia menyadari sesuatu terlambat: parfum ciptaannya bukanlah pemberi cinta, melainkan penumpas kehendak. Orang-orang yang terlalu lama terpapar kehilangan identitas; mereka menjadi bayangan yang menginginkan hanya satu hal—ketergantungan pada wewangian itu. Jean-Baptiste melihat wajah-wajah yang pernah memujanya berubah menjadi makhluk tergantung. Ia merasakan dosa yang tak bisa dihapus.
Dalam klimaks yang suram, ia memutuskan untuk mengakhiri eksperimennya. Ia menyiapkan botol besar dengan konsentrasi murni, lalu menenggelamkan dirinya—bukan untuk bunuh diri dalam arti kasar, melainkan untuk mencampakkan kreasinya ke alam maju. Ketika ia melepaskan botol, ledakan wewangian menyebar membungkam desa. Orang-orang melompat, menangis, mereka seolah-olah kembali ke kenangan masa lalu paling manis dan paling menyakitkan. Namun akibatnya fatal: beberapa kehilangan akal, beberapa mati kehabisan napas karena kebingungan, yang lain melarikan diri. Kota kembali tenang, tetapi harga yang dibayar adalah nyawa.
Epilog
Kisah Jean-Baptiste tetap menjadi legenda—sebuah peringatan ambigu tentang obsesinya yang melampaui batas moralitas. Wewangian yang ia ciptakan tak pernah benar-benar punah: beberapa botol kecil tersebar di antara kolektor gelap, sementara aroma lembut itu sesekali muncul dalam mimpi. Orang-orang mengenang hal itu sebagai kisah pencarian kesempurnaan yang menjadi tragedi—sebuah catatan bagi siapa saja yang ingin menaklukkan indera dan jiwa manusia.
Penutup singkat
Cerita ini bukan adaptasi langsung, melainkan karya orisinal yang mengambil tema obsesi indera penciuman dan konsekuensi ekstremnya. Jika Anda mau, saya bisa membuat versi yang lebih panjang, adegan-adegan terperinci, atau mengubah latar ke kota atau era tertentu.
Related search suggestions will be generated.
You're looking for information on the novel and film "Perfume: The Story of a Murderer"!
Overview
"Perfume: The Story of a Murderer" (German: "Das Parfum: Die Geschichte eines Mörders") is a novel by Patrick Süskind, published in 1985. The story was later adapted into a film in 2006, directed by Tom Tykwer.
Storyline
The novel and film are set in 18th-century France and follow the life of Jean-Baptiste Grenouille, a young man with an extraordinary sense of smell. Born with a rare condition that makes him an outcast, Grenouille discovers his exceptional olfactory abilities allow him to detect and analyze scents like no one else.
As Grenouille grows up, he becomes obsessed with capturing and preserving scents, eventually developing a technique to extract and bottle fragrances. His obsession takes a dark turn when he starts using his skills to murder young women, targeting those with the most beautiful and alluring scents.
The story explores themes of isolation, loneliness, and the darker aspects of human nature. Grenouille's crimes go undetected for years, earning him the nickname "The Perfume Killer."
Main Characters
Film Adaptation
The 2006 film adaptation, starring Ben Whishaw as Grenouille, received critical acclaim for its atmospheric and visually stunning portrayal of 18th-century France. The movie explores the same themes as the novel, with a focus on Grenouille's emotional journey and his complex, troubled character.
Sub Indo Full
If you're looking for a full version of the novel or film with Indonesian subtitles (Sub Indo), I recommend checking out:
Caution
Please note that the story contains mature themes, including murder and violence. Viewer discretion is advised.
The Dark Allure of Perfume: Uncovering the Story of a Murderer
In the world of fragrances, perfume has long been a symbol of elegance, sophistication, and allure. However, behind the veil of its captivating scents and alluring aromas lies a darker tale, one that has been immortalized in the novel and film "Perfume: The Story of a Murderer." This gripping narrative, now available in Indonesian as "Perfume: The Story of a Murderer Sub Indo Full," has captured the attention of audiences worldwide, inviting them to explore the twisted mind of a serial killer and the sinister world of perfume production.
The Origins of a Killer
The story revolves around Jean-Baptiste Grenouille, a young man born in 1738 in the impoverished and crime-ridden streets of Paris. Abandoned by his mother and shunned by society, Grenouille grows up with an acute sense of smell, a gift that will eventually become his most prized possession. As he navigates the city's underworld, Grenouille discovers that his extraordinary olfactory abilities allow him to detect the most subtle and exquisite scents, a talent that sets him apart from others.
However, Grenouille's existence takes a dark turn when he becomes obsessed with the art of perfumery. He sees perfume as a means to transcend his lowly status and create a scent that will make him invincible. Through his apprenticeship with the perfumer Monsieur Richis, Grenouille learns the intricacies of fragrance production, from the selection of rare ingredients to the art of blending.
The Making of a Monster
As Grenouille's skills improve, so does his ego. He becomes convinced that the key to ultimate power lies in the creation of a perfume that captures the essence of human attraction. Grenouille's obsession with his craft drives him to commit a series of heinous crimes, targeting young women with an exceptionally keen sense of smell. He murders them, extracting their scent, which he believes will be the key to creating the ultimate perfume.
Grenouille's actions are motivated by a desire to possess the essence of beauty, youth, and vitality. He sees himself as an artist, driven by a vision to create a masterpiece that will make him the most powerful man in the world. Through his crimes, Grenouille seeks to eliminate any obstacle that stands in the way of his artistic vision, demonstrating a chilling lack of empathy and a warped sense of morality.
The Art of Perfumery: A Sinister Craft
The world of perfumery, once a seemingly innocent and luxurious industry, is portrayed as a sinister and dark craft in "Perfume: The Story of a Murderer." Grenouille's passion for perfumery serves as a facade for his true nature, a monster driven by a desire for power and control. The novel and film expose the seedy underbelly of 18th-century perfumery, revealing a world where rare and exotic ingredients are obtained through dubious means.
The process of creating a perfume, typically a labor of love and artistry, is twisted by Grenouille's actions. He murders his victims, extracting their scent through a gruesome process, and then uses these essences to create his signature fragrance. This unholy concoction, dubbed "L'Eau de Grenouille," becomes a symbol of Grenouille's distorted vision, a potent elixir that manipulates those who smell it.
The Psychological Complexity of a Killer
The character of Jean-Baptiste Grenouille presents a complex psychological study of a serial killer. On the surface, he appears to be a misunderstood genius, driven by a passion for perfumery. However, as the story unfolds, it becomes clear that Grenouille's actions are motivated by a deep-seated insecurity and a desperate need for validation.
Grenouille's lack of human connection and empathy makes him a monster, but his acute sense of smell and artistic talent make him a sympathetic character. This paradox raises questions about the nature of art and the artist, blurring the lines between creativity and destruction.
The Legacy of "Perfume: The Story of a Murderer"
The novel "Perfume" by Patrick Süskind, and its subsequent film adaptation, have captivated audiences worldwide with their dark and unsettling portrayal of a serial killer. The Indonesian version, "Perfume: The Story of a Murderer Sub Indo Full," has allowed a new audience to experience this gripping narrative.
The story serves as a cautionary tale about the dangers of obsession and the blurred lines between art and morality. It invites readers to ponder the psychological complexities of a killer, while also highlighting the dark underbelly of the perfume industry.
In conclusion, "Perfume: The Story of a Murderer" is a thought-provoking and unsettling exploration of human nature, one that raises questions about the complexities of art, morality, and the human psyche. The Indonesian version, "Perfume: The Story of a Murderer Sub Indo Full," offers a fresh perspective on this timeless narrative, inviting audiences to immerse themselves in the dark allure of perfume and the twisted mind of a murderer.
Perfume: The Story of a Murderer " is a dark, atmospheric thriller that explores the intersection of genius, obsession, and the macabre Platform Sewa Digital:
. Based on Patrick Süskind's 1985 novel, the film follows the tragic and disturbing life of Jean-Baptiste Grenouille in 18th-century France. Plot Overview
Jean-Baptiste Grenouille is born with a superhuman sense of smell but no personal body odor, leaving him feeling invisible and alienated from society. After becoming an apprentice to a struggling master perfumer, Giuseppe Baldini, Grenouille learns the technical art of capturing scents. However, his ambition soon turns deadly as he becomes obsessed with creating the "perfect" scent—one that can manipulate human emotions and command absolute love.
To achieve this, he embarks on a chilling mission to "preserve" the essence of young women, resulting in a series of murders. His ultimate goal is a 13-part fragrance that he believes will make the world bow at his feet. Key Themes Obsession and Isolation
: Grenouille's lack of scent serves as an allegory for his lack of human identity and his desperate search for belonging through his olfactory craft. The Power of Scent
: The film explores how scent can bypass logic and trigger deep, primal emotions, including desire and reverence. Genius vs. Morality
: It raises questions about whether extraordinary talent excuses moral depravity, as Grenouille views his victims merely as "ingredients" for his masterpiece. Where to Watch with Indonesian Subtitles (Sub Indo)
For viewers seeking the "full" movie with Indonesian subtitles, several official platforms often provide localized subtitle options:
Perfume: The Story of a Murderer by Patrick Süskind (Book Analysis): Detailed Summary, Analysis and Reading Guide
Report: Perfume - The Story of a Murderer (Sub Indo Full)
Introduction
"Perfume: The Story of a Murderer" is a gripping psychological thriller that has captured the attention of audiences worldwide. The film, directed by Tom Tykwer, is an adaptation of Patrick Süskind's 1985 novel of the same name. This report aims to provide an overview of the movie, focusing on its plot, main characters, themes, and reception.
Plot Summary
The story revolves around Jean-Baptiste Grenouille, a young man with an extraordinary sense of smell, played by Ben Foster (in the English version) or Daniel Brühl (in the German version). Born in the slums of 18th-century Paris, Grenouille is abandoned by his mother and grows up with an uncanny ability to detect and analyze scents. This gift leads him to become an apprentice to a local tanner and later to a perfumer.
Grenouille's life takes a dark turn when he becomes obsessed with capturing the perfect scent, which he believes will grant him power and recognition. His obsession leads him to commit a series of heinous murders, targeting young women with a unique, exquisite scent. The killer's modus operandi involves extracting their scent, which he preserves in a special perfume.
Main Characters
Themes
Reception
"Perfume: The Story of a Murderer" received widespread critical acclaim for its unique storytelling, atmospheric direction, and performances. The film was praised for its visuals, costumes, and especially its portrayal of 18th-century Paris. It holds a high approval rating on various review aggregation websites, with many critics noting its bold storytelling and thought-provoking themes.
Conclusion
"Perfume: The Story of a Murderer" is a thought-provoking and visually stunning film that explores themes of obsession, isolation, and the power of the human senses. With its gripping narrative and complex characters, it has secured its place as a memorable entry in the psychological thriller genre. The movie serves as a testament to the impact of cinema in exploring the darker aspects of human nature and the consequences of unchecked ambition. DVD/Blu-ray Original:
Perfume: The Story of a Murderer is based on the 1985 novel Das Parfum by Patrick Süskind. It is a dark fantasy set in 18th-century France.
본 홈페이지에 게시된 이메일 주소를 수집프로그램이나 그 밖의 기술적인 장치를 이용하여 무단으로
수집하는 것을 거부하며, 이를 위반시 정보통신망이용촉진 및 정보보호 등에 관한 법률 등 관련 법령에 의해
형사처벌 될 수 있음을 유념하시기 바랍니다.
1) 여기 있는 모든 정보의 저작권은 한국신용평가㈜의 소유입니다. 따라서 어떤 정보도 당사의 사전 서면동의
없이는 어떤 방식으로든 특정 목적을 위해서 무단전재되거나 복사 또는 재판매, 유포될 수 없습니다.
2) 여기 있는 모든 정보는 당사가 객관적으로 정확하고 신뢰할 수 있다고 믿어지는 자료원에 근거하고 있으며,
당사는 객관적인 입장에서 공정을 기하기 위하여 최선의 노력을 다하고 있습니다. 그러나 당사는 이러한
정보에 대해 별도의 실사나 감사를 실시하고 있지 않으며, 인간적 또는 기계적 기타 그 외의 다른 요인에 의한
실수의 가능성 때문에 해당 정보를 특정한 목적을 위해 사용하는데 대해 명시적으로 혹은 묵시적으로도
증명이나 서명 또는 보증 및 단언을 할 수 없습니다. 또한 당사의 고의 또는 중대한 과실에 의한 경우가
아닌 한 이러한 정보의 사용에서 발생하는 어떠한 피해나 손해에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
3) 당사가 제공하는 신용등급이나 평가의견 등은 해당 정보의 사용자나 그 관계자들에 의해서 행해지는 투자
결정에 있어서 어떤 증권을 매매하거나 보유하라는 권고나 사실의 진술이 아니라 단지 당사 고유의
평가기준에 입각한 당사의 의견으로서만 해석되고 또 해석되어야만 합니다. 따라서 올바른 투자의사 결정을
위해서 정보 이용자들은 그들이 보유 또는 투자할지 모르는 각 유가증권 및 해당 증권의 발행자와 보증기관,
각 신용보강기관 등에 대해서 스스로 분석 또는 조사하고 평가를 해 보아야만 합니다.
| 사채명 분류 | |
|---|---|
| SB : 무보증사채 | GB : 보증사채 |
| SBS : 후순위무보증사채 | GBS : 후순위보증사채 |
| SFB : 중소기업외국인전용무보증사채 | GCB : 보증전환사채 |
| FRN : 변동금리부사채 | SECB : 담보부사채 |
| CB : 전환사채 | DR : 주식예탁증서 |
| CB2 : 해외전환사채 | HB : 하이브리드채권(채권형신종자본증권) |
| SCB : 무보증전환사채 | SOC : 사회간접자본채권 |
| SSCB : 후순위무보증전환사채 | STB : 단기사채 |
| BW1 : 신주인수권부사채 | ABSTB : 자산유동화 단기사채 |
| BW2 : 해외신주인수권부사채 | PRJ : 프로젝트파이낸스채권 |
| BWS : 후순위신주인수권부사채 | PFB : 특수채 |
| PP : 사모사채 | DLB : 파생결합사채 |
| EB : 교환사채 | SDLB : 후순위파생결합사채 |
| FEB : 해외교환사채 | ELB : 주가연계파생결합사채 |
| GR : 보증기관평가 | |
A컴퓨터 화면에는 나오는 이미지가 인쇄했을 때는 안 나오신다면 브라우저 설정에서 배경이미지도 인쇄하도록 설정해주셔야 합니다.



A한 페이지에 잘 나오지 않고 이미지나 텍스트가 잘려서 나오신다면 한 페이지에 맞게 축소되도록 설정해주셔야 합니다.

